Jargon kebanggaan antikorupsi “Berani jujur, hebat!” adalah slogan yang
bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kejujuran.
Berani jujur hebat, mengartikan bahwa hanya orang-orang hebatlah yang bisa jujur. Slogan tersebut tidak sekadar kata-kata biasa sebagai penghias atau hanya dimiliki oleh lembaga antikorupsi. Setiap orang yang merindukan kejujuran untuk menciptakan kesejahteraan di negeri ini sudah seharusnya turut dalam menyokong pemberantasan korupsi. Hal yang terlihat sulit untuk dilakukan, namun bagaimana jika konteks cakupannya diperkecil. Misalnya mulai dari “aku jujur”, merupakan hal yang sering kali disepelekan karena dianggap tidak akan membawa perubahan besar bagi bangsa ini. Akan tetapi, sadarkah kita ketidakjujuran kecil tersebutlah yang menjadi bibit-bibit korupsi.
Tindakan besar berawal dari tindakan-tindakan kecil, itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan orang-orang yang ingin berkontribusi menyokong pemberantasan korupsi di negeri ini. Karena memang tidak bisa setiap orang fokus pada masalah tersebut. Namun, kita tetap dapat berkontribusi dengan hidup jujur yang kemudian dapat menjadi teladan bagi sekeliling kita. Mewujudkan Indonesia sejahtera adalah cita-cita luhur pendiri bangsa ini. Cita-cita tersebut akan tercapai jika bangsa ini bebas dari jeratan korupsi. Harapan tersebut sebagian besar dibebankan ke pundak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Akan tetapi, untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penyakit korupsi sangat sulit rasanya jika hanya dilakukan oleh KPK. Peran masyarakat secara aktif yang didukung dengan kesungguhan oleh jajaran penyelenggara negara dan aparat penegak hukum dari pusat hingga daerah sangat dibutuhkan dan merupakan syarat yang mutlak dimiliki untuk mewujudkan negara bebas korupsi dan sejahtera. Maraknya kasus korupsi di negeri ini membuat KPK harus bekerja keras menuntaskan satu demi satu kasus.
Seakan untuk mengimbangi banyaknya kasus yang harus dituntaskan, Deputi Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Heru Winarko melantik sebanyak 127 pegawai baru di Gedung Merah Putih, Jakarta. Dengan bertambahnya personel KPK tersebut, diharapkan mampu menambah energi dalam memberantas korupsi. Dukungan masyarakat dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk saling bergandengan menyatukan barisan untuk melawan korupsi. Mulai dari keluarga dan masing-masing profesi seperti guru, pelajar, pengusaha, buruh, petani, aparat penegak hukum, dan para pejabat negara. Setiap elemen bangsa yang ada harus menyatukan tekad untuk memberantas korupsi di negeri ini.
Janwan Tarigan
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Rabu 22 Maret 2017)
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=1&n=1&date=2017-03-22
Berani jujur hebat, mengartikan bahwa hanya orang-orang hebatlah yang bisa jujur. Slogan tersebut tidak sekadar kata-kata biasa sebagai penghias atau hanya dimiliki oleh lembaga antikorupsi. Setiap orang yang merindukan kejujuran untuk menciptakan kesejahteraan di negeri ini sudah seharusnya turut dalam menyokong pemberantasan korupsi. Hal yang terlihat sulit untuk dilakukan, namun bagaimana jika konteks cakupannya diperkecil. Misalnya mulai dari “aku jujur”, merupakan hal yang sering kali disepelekan karena dianggap tidak akan membawa perubahan besar bagi bangsa ini. Akan tetapi, sadarkah kita ketidakjujuran kecil tersebutlah yang menjadi bibit-bibit korupsi.
Tindakan besar berawal dari tindakan-tindakan kecil, itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan orang-orang yang ingin berkontribusi menyokong pemberantasan korupsi di negeri ini. Karena memang tidak bisa setiap orang fokus pada masalah tersebut. Namun, kita tetap dapat berkontribusi dengan hidup jujur yang kemudian dapat menjadi teladan bagi sekeliling kita. Mewujudkan Indonesia sejahtera adalah cita-cita luhur pendiri bangsa ini. Cita-cita tersebut akan tercapai jika bangsa ini bebas dari jeratan korupsi. Harapan tersebut sebagian besar dibebankan ke pundak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Akan tetapi, untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penyakit korupsi sangat sulit rasanya jika hanya dilakukan oleh KPK. Peran masyarakat secara aktif yang didukung dengan kesungguhan oleh jajaran penyelenggara negara dan aparat penegak hukum dari pusat hingga daerah sangat dibutuhkan dan merupakan syarat yang mutlak dimiliki untuk mewujudkan negara bebas korupsi dan sejahtera. Maraknya kasus korupsi di negeri ini membuat KPK harus bekerja keras menuntaskan satu demi satu kasus.
Seakan untuk mengimbangi banyaknya kasus yang harus dituntaskan, Deputi Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Heru Winarko melantik sebanyak 127 pegawai baru di Gedung Merah Putih, Jakarta. Dengan bertambahnya personel KPK tersebut, diharapkan mampu menambah energi dalam memberantas korupsi. Dukungan masyarakat dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk saling bergandengan menyatukan barisan untuk melawan korupsi. Mulai dari keluarga dan masing-masing profesi seperti guru, pelajar, pengusaha, buruh, petani, aparat penegak hukum, dan para pejabat negara. Setiap elemen bangsa yang ada harus menyatukan tekad untuk memberantas korupsi di negeri ini.
Janwan Tarigan
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Rabu 22 Maret 2017)
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=1&n=1&date=2017-03-22
kereennn
BalasHapus