Dalam silsilah perpolitikan setiap negara di dunia ternyata sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi bagi suatu negara.
Gejolak politik yang tidak stabil dan laju ekonomi yang tidak mengalami perubahan ternyata tidak hanya memberikan dampak bagi satu negara, tetapi juga berpengaruh terhadap negara lain. Politik dan ekonomi memang tidak dapat dipisahkan karena suatu negara pasti akan mengalami perubahan ekonomi dengan kondisi politik yang ada.
Namun, dilihat dalam suatu sistem pemerintahan negara yang berkuasa, apabila suatu negara menetapkan suatu kebijakan tertentu dan bertentangan dengan masyarakat ekonomi global, akan berdampak pada semua negara di dunia, termasuk negara Indonesia. Perubahan politik yang tiba-tiba ternyata cukup memengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Pengembangan ekonomi sangatlah penting mempertimbangkan risiko politik dan pengaruhnya terhadap kelangsungan ekonomi. Hal ini patut untuk dipertimbangkan karena perubahan dalam suatu kebijakan politik di suatu negara atau wilayah dapat berakibat dan dapat menimbulkan dampak besar pada sektor keuangan, bisnis, dan perekonomian negara. Risiko politik pada umumnya berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik suatu negara.
Misalnya kita lihat pada saat terpilihnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kemudian menetapkan suatu kebijakan yang dapat memengaruhi masyarakat ekonomi global. Retorika politik yang diutarakan Presiden Donald Trump tersebut menjadi bukti bahwa politik dapat memengaruhi perekonomian dunia.
Selain itu, kita juga lihat di Indonesia penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) secara serentak di 101 daerah yang digelar di 7 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten pada 15 Februari lalu cukup membuat situasi menjadi panas-dingin. Banyak pengusaha wait and see melihat dan menyaksikan perkembangan yang terjadi. Namun, di sisi lain nilai tukar rupiah menguat 19 poin pascapilkada serentak menjadi Rp13.312 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.331 per dolar AS.
Indonesia memang merupakan salah satu negara yang dibilang sulit untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi lantaran dinamika ekonomi dan situasi politik dunia yang tidak menentu. Misalkan ekspor yang dilakukan oleh Indonesia. Ekspor merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, kebijakan politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melakukan proteksionisme perdagangan jelas akan memengaruhi kinerja ekspor Indonesia.
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang dapat meningkatkan pendapatan per kapita penduduk menjadi meningkat. Hal ini sebenarnya dapat terjadi apabila gejolak politik yang terjadi tidak membuat perubahan yang signifikan bagi suatu negara.
Peningkatan pendapatan per kapita merupakan cerminan timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat. Gejolak politik tidak hanya memberikan dampak positif bagi suatu negara, namun juga memberikan dampak negatif. Karena itu, gejolak politik sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi suatu negara.
REKSI
Mahasiswa Program Studi PPKN
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Jakarta
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Rabu 29 Maret 2017)
Sumber: Koran Sindo
Gejolak politik yang tidak stabil dan laju ekonomi yang tidak mengalami perubahan ternyata tidak hanya memberikan dampak bagi satu negara, tetapi juga berpengaruh terhadap negara lain. Politik dan ekonomi memang tidak dapat dipisahkan karena suatu negara pasti akan mengalami perubahan ekonomi dengan kondisi politik yang ada.
Namun, dilihat dalam suatu sistem pemerintahan negara yang berkuasa, apabila suatu negara menetapkan suatu kebijakan tertentu dan bertentangan dengan masyarakat ekonomi global, akan berdampak pada semua negara di dunia, termasuk negara Indonesia. Perubahan politik yang tiba-tiba ternyata cukup memengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Pengembangan ekonomi sangatlah penting mempertimbangkan risiko politik dan pengaruhnya terhadap kelangsungan ekonomi. Hal ini patut untuk dipertimbangkan karena perubahan dalam suatu kebijakan politik di suatu negara atau wilayah dapat berakibat dan dapat menimbulkan dampak besar pada sektor keuangan, bisnis, dan perekonomian negara. Risiko politik pada umumnya berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik suatu negara.
Misalnya kita lihat pada saat terpilihnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kemudian menetapkan suatu kebijakan yang dapat memengaruhi masyarakat ekonomi global. Retorika politik yang diutarakan Presiden Donald Trump tersebut menjadi bukti bahwa politik dapat memengaruhi perekonomian dunia.
Selain itu, kita juga lihat di Indonesia penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) secara serentak di 101 daerah yang digelar di 7 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten pada 15 Februari lalu cukup membuat situasi menjadi panas-dingin. Banyak pengusaha wait and see melihat dan menyaksikan perkembangan yang terjadi. Namun, di sisi lain nilai tukar rupiah menguat 19 poin pascapilkada serentak menjadi Rp13.312 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.331 per dolar AS.
Indonesia memang merupakan salah satu negara yang dibilang sulit untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi lantaran dinamika ekonomi dan situasi politik dunia yang tidak menentu. Misalkan ekspor yang dilakukan oleh Indonesia. Ekspor merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, kebijakan politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melakukan proteksionisme perdagangan jelas akan memengaruhi kinerja ekspor Indonesia.
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang dapat meningkatkan pendapatan per kapita penduduk menjadi meningkat. Hal ini sebenarnya dapat terjadi apabila gejolak politik yang terjadi tidak membuat perubahan yang signifikan bagi suatu negara.
Peningkatan pendapatan per kapita merupakan cerminan timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat. Gejolak politik tidak hanya memberikan dampak positif bagi suatu negara, namun juga memberikan dampak negatif. Karena itu, gejolak politik sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi suatu negara.
REKSI
Mahasiswa Program Studi PPKN
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Jakarta
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Rabu 29 Maret 2017)
Sumber: Koran Sindo
Komentar
Posting Komentar