Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Media Sosial Perekat Solidaritas Sosial

Sumadiria (2016: xiv) dalam bukunya Hukum dan Etika Media Massa mengemukakan bahwa Indonesia telah menikmati reformasi serta demokratisasi pers dan penyiaran pers sejak 1998. Masih menurut Sumadiria, secara yuridis, dalam kurun waktu 1998-2008 saja Indonesia telah memiliki lima undang-undang organik yang berkaitan langsung dengan masalah kebebasan berbicara, kemerdekaan menyatakan pendapat, kemerdekaan pers dan penyiaran serta kebebasan berkomunikasi melalui media dalam jaringan (daring, online ). Bahkan perusahaan pers (daring) tidak perlu mengantongi izin. Silakan beritakan hal apa pun dan siapa pun. Hasil survei INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) pada Oktober 2016 lalu menyebutkan bahwa media sosial seperti Facebook dan jejaring media lainnya menjadi sumber informasi bagi generasi muda. Persentasenya, Facebook 64,8%, Youtube 6,3%, Twitter 5,9%, Blogspot (0,5%), dan lain-lain 22,5%. Adapun media untuk mengakses internet lebih dominan menggunaka...

Pemuda dan Pembangunan Negeri

Fenomena kemiskinan dan pengangguran masih menjadi momok menakutkan di negeri yang kaya akan hasil alam ini. Paradoks inilah, yang lucunya, dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu yang biasa-biasa saja. Akibatnya, dengan sumber daya alam yang melimpah, menjadi kuli di negeri sendiri seolah adalah pilihan yang tepat. Ada banyak faktor mengapa kondisi Indonesia saat ini masih begitu-begitu saja. Satu hal dan faktor tersebut adalah tidak adanya inovasi dan kreativitas dari seluruh elemen masyarakat, terkhusus para pemuda. Inovasi dan kreativitas dalam segala bidang akan berbanding lurus pada pengentasan kemiskinan karena ketersediaan lapangan, serta kelincahan akan menyulap segala sesuatu menjadi bernilai ekonomis. Nah, dalam pada konteks inilah, pemuda mempunyai peran signifikan dalam pembangunan bangsa. Oleh sebab itu, dalam proses pembangunan bangsa ke depan, kaum muda harus memiliki kesadaran akan eksistensinya sebagai subjek pembangunan bangsa, bukan objeknya. ...

Urgensi Inovasi di Bidang Teknologi Pendidikan

Inovasi atau pembaharuan berarti menemukan hal baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Pembaharuan yang dapat dilakukan mencakup hal yang luas, mulai dari gagasan, metode, hingga alat. Pembaharuan tersebut berusaha menciptakan perbedaan yang besar, memberikan dampak yang lebih luas dan menjanjikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Berbicara mengenai inovasi tidak akan jauh dari teknologi, terutama dalam era digital yang memiliki dependensi terhadap kemajuan teknologi. Dalam survei mengenai inovasi terhadap berbagai perusahaan-perusahaan di dunia yang dilakukan oleh The Boston Consulting Group pada 2015, kemajuan dalam platform teknologi dinilai sebagai faktor yang paling penting untuk menggerakkan ( driving force ) inovasi. Teknologi yang mendukung inovasi membawa manfaat dengan mengurangi biaya, transformasi model bisnis, dan peningkatan suatu proses. Inovasi di bidang teknologi telah berhasil mengelaborasi sektor-sektor ekonomi, mulai ...

Inovasi Birokrasi Melalui Partisipasi Publik

Secara etimologi birokrasi berasal dari istilah bahasa Inggris yaitu bureaucracy ( bureau+cracy ). Pengertiannya secara terminologi adalah organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, semakin ke bawah, semakin banyak orang yang menjadi entitas di dalamnya. Tata laksana birokrasi di Indonesia direpresentasikan oleh kementrian dan lembaga erat dengan kegiatan administratif maupun militer. Kementrian dan lembaga ini kemudian dapat kita sebut sebagai instansi publik/pemerintahan. Peneliti politik Amerika Michael G Roskin menjelaskan tentang urgensi birokrasi bahwa setidaknya terdapat empat fungsi birokrasi dalam pemerintahan modern; fungsi administrasi, pelayanan, pengaturan, dan pengumpul informasi. Fungsi administrasi adalah fungsi birokrasi untuk mengimplementasikan undang-undang yang telah disusun oleh legislatif dan penafsiran UU tersebut oleh eksekutif. Fungsi pelayanan yaitu fungsi birokrasi diarahkan untuk melayani masyarakat atau kelompok terten...

Inovasi Kebijakan Transportasi Maritim

Lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut yang populer di Nusantara menggambarkan betapa nenek moyang kita dulunya adalah pelaut ulung. Secara eksplisit, lagu tersebut juga bercerita bahwa pendahulu bangsa ini memiliki kemampuan navigasi yang baik, wawasan kelautan yang mumpuni, dan sarana transportasi laut yang tangguh. Faktanya, beberapa suku bangsa hidup sangat akrab dengan laut. Misalnya, Suku Bugis dan Makassar memiliki kapal khas bernama Pinisi. Kemajuan teknologi transportasi laut pada zaman dulu tampaknya tidak diwariskan dengan baik kepada generasi selanjutnya. Secara historis, pembangunan di Indonesia cenderung difokuskan pada pembangunan infrastruktur darat, termasuk sarana transportasinya. Sejak era Presiden Soekarno sampai SBY, pembangunan sarana transportasi laut bukanlah prioritas. Ironi bagi negara kepulauan yang besar dengan wilayah lautan luas. Namun, kini tekad Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia memberikan secercah harap...

Memberantas Tikus Berdasi

Korupsi masih saja menggerogoti . Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah dipenuhi pekerjaan menangkap para “tikus berdasi”. Mangsa terbarunya adalah pejabat di Bengkulu yang katanya telah melakukan transaksi suap-menyuap uang perbaikan jalan. Ini merupakan kenyataan yang menyedihkan bagi negara Indonesia. Ternyata masih ada tikus-tikus berdasi yang bersembunyi di bawah meja jabatan masing-masing. Apa yang salah dari negeri ini? Dan apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan negeri ini dari penyakit yang menyerang para pejabat tersebut? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memberantas koruptor. Pertama, meningkatkan pengawasan terhadap sistem pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia. Kedua, adanya penerapan hukum yang tegas. Tujuan adanya sebuah hukuman untuk membuat jera para pelakunya. Kita dapat melihat China sebagai panutan. Presiden China telah menyiapkan peti mati untuk para pejabat negara yang terbukti melakukan korupsi. Dan hukuman mati tersebut me...

"Optimis" Kunci Berinovasi

Optimis, merupakan kata yang sering diucapkan dan digunakan seseorang untuk mencapai cita-cita yang tinggi. Sikap optimis akan selalu melekat pada diri seseorang yang berpandangan baik dalam segala hal. Membahas inovasi seharusnya memang tidak boleh terlepas dari kata optimis. Sebab, inovasi hakikatnya menunjukkan dan mewujudkan sesuatu yang baru. Artinya, ketika kita mencita-citakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lainnya, tentu untuk mewujudkan cita-cita itu harus memiliki sikap optimis yang tinggi. Cita-cita itu tentunya bersifat positif. Berbicara inovasi di Indonesia, pertama kita harus mengakui bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah. Sumber daya alam yang dimaksud seperti pertambangan, pertanian serta perikanan, gas alam, minyak bumi, dan lain-lain. Konsep "berdikari dalam ekonomi" yang digagas oleh Bung Karno harus dijadikan landasan dalam membangun inovasi di negeri sendiri. Sebab, dengan kekayaan alam yang begitu...

Kreativitas Mahasiswa, Inovasi Untuk Negeri

Kreativitas adalah hal terpenting bagi kaum muda, terutama mereka yang menyandang gelar mahasiswa. Artinya, bukan lagi sebagai siswa yang biasa-biasa saja. Tetapi lebih dari sekadar siswa yang berhak menyandang tambahan maha. Itu berarti mereka memiliki kemampuan di atas siswa, baik dalam segi wawasan ilmu maupun daya kreativitasnya. Tugas seorang mahasiswa bukanlah seperti siswa yang setiap hari berangkat sekolah kemudian pulang, lalu esoknya melakukan rutinitas yang sama, yakni sekolah kemudian kembali lagi ke rumah. Sebagai mahasiswa sudah seharusnya paham dengan paradigma berpikir berbeda dari rata-rata orang pada umumnya. Mahasiswa juga berperan sebagai agent of change yang fungsinya sangat penting untuk dipahami. Dalam hal ini, maksudnya ialah bagaimana mahasiswa itu berpihak kepada masyarakat dan agen perubahan dalam negeri ini khususnya melalui karya-karya nyata. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Isu selanjutnya ad...

Intensifikasi Inovasi Birokrasi di Daerah

Penerapan konsep inovasi dalam setiap kebijakan publik cenderung kurang diperhatikan. Inovasi menggambarkan suatu pola lama yang bergeser ke lokus yang baru melalui perubahan tata laksana yang lebih baik dari yang sebelumnya. Istilah inovasi telah menjadi prasyarat terbentuknya pemerintahan yang efektif, efisien, dan terukur sebagaimana dikeluarkannya kebijakan desentralisasi serta ditetapkannya kebijakan inovasi pelayanan publik oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sejak 2014 untuk memberikan pelayanan birokrasi yang kompeten serta bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Masalahnya daerah-daerah yang giat melakukan inovasi dalam rangka memperbaiki kualitas kinerja pelayanan birokrasi pada sektor pemerintahan masih terhitung sedikit. Oleh karena itu inovasi dapat mengantarkan tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik dan bersih ( good governance and clean governmen t). Beberapa daerah yang sedang melakukan inovasi p...

Rindu Sosok Negarawan

Nelson Mandela telah pergi. Ia berpulang 3 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 5 Desember 2013. Ia pergi bersama kenangan atas peradaban damai. Ia dikenang karena telah mentransformasi dirinya dari seorang pelawan menjadi pemaaf, dari seorang yang gelisah atas rasisme menjadi pribadi yang mengedepankan humanitas. Mandela telah berhasil menjadi seorang pemimpin transformasi sosial pada bangsanya yang telah mampu menghilangkan rasisme. Selain Nelson Mandela, sosok lainnya yang dapat dicontoh adalah Mahatma Gandhi, tokoh revolusioner kemerdekaan dari India yang telah berhasil membebaskan India dari penjajahan Inggris. Empat ajaran Gandhi menginspirasi rakyat India untuk melakukan perlawanan. Pertama satyagraha , jalan kebenaran. Gerakan ini mengajari rakyat India untuk berdiri dengan prinsip kebenaran, keadilan, dan peri kemanusiaan. Kedua ahimsa , nonkekerasan. Gerakan ahimsa adalah gerakan tidak melakukan apa-apa atau berdiam diri. Gerakan ini sebagai bentuk protes untuk...

Pendidikan Berorientasi Lingkungan

Baru-baru ini, Jenna Jambeck, profesor teknik lingkungan dari University of Georgia, AS, mengemukakan bahwa Indonesia menjadi negara peringkat dua dunia dalam pencemaran pembuangan sampah plastik ke laut dengan jumlah 187,2 juta ton. Sedangkan Tiongkok di posisi teratas dengan 262,9 juta ton sampah plastik. Karena itu, tidak mengherankan jika sampah menjadi salah satu penyebab bencana di negeri ini. Banjir, pencemaran lingkungan, dan timbunan longsor adalah sederet persoalan klasik yang diakibatkan sampah. Karena itu, tindakan preventif sangatlah dibutuhkan agar kita tidak lelah dalam membenahi beragam persoalan yang diakibatkan sampah. Tindakan-tindakan yang selama ini sering kali dilakukan hanyalah upaya berfokus jangka pendek. Tindakan yang bisa dianalogikan dengan pepatah ”gali lubang, tutup lubang” dan dilakukan berulang bagaikan tiada arti. Memang memitigasi banjir dengan perbaikan drainase dan menambah kedalaman sungai wajib menjadi prioritas mengatasi banjir ya...

Inovasi dan Sebuah Keberanian

Berbicara tentang inovasi tak lepas juga dari sebuah kata, yaitu keberanian. Keberanian yang dimaksud di sini adalah keberanian untuk berubah dan menjadi berbeda, tentunya dalam konteks yang positif. Apabila keberanian itu telah kita miliki, melakukan sebuah inovasi bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Justru inovasi bisa menjadi hal yang sangat menarik dan menantang. Presiden Joko Widodo pernah mengatakan bahwa sekarang kita sedang bersaing dengan bangsa lain. Karena itu, kita harus bersatu, terbuka, dan berani berinovasi agar bisa menjadi bangsa pemenang. Salah satu poin yang disampaikan oleh beliau adalah tentang pentingnya berinovasi. Bisa kita lihat bagaimana negara-negara maju yang banyak melakukan inovasi, salah satunya Korea Selatan. Korea Selatan banyak melakukan inovasi dalam bidang ekonomi dan dinobatkan sebagai negara ekonomi paling inovatif di dunia versi Bloomberg. Keberanian Korea Selatan dalam melakukan inovasi bisa menjadi contoh yang bagus bagi Indone...

Pemuda Inovatif Membangun Negeri

” Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia ”. Kutipan kalimat pidato dari Bung Karno tersebut cukup dikenal di seluruh kalangan, baik pemuda maupun orang tua. Jika merenung dan merefleksikan kalimat pidato itu, hakikatnya jumlah yang banyak belum tentu dapat membangun bangsa yang berkemajuan dan disegani di ranah dunia. Sebab, bukan hanya mutlak kekuatan fisik sebuah bangsa dapat dibangun. Ada yang lebih dari itu, yakni kecerdasan berpikir dan keuletan dalam berproses. Dalam hal ini, sangat berpengaruh dalam membangun bangsa adalah pemuda. Pemuda merupakan kekuatan inti dari kalangan masyarakat. Pemuda sudah selayaknya memanfaatkan kecerdasannya untuk berpikir menjadi agent of change (agen perubahan) dalam memajukan negeri. Jangan sampai pemuda terhanyut dalam kehidupan negatif yang dapat merusak moral dan eksistensinya. Pergaulan bebas yang merusak pemuda harus dijauhi. Pemuda yang se...

Inovatif Butuh Keberanian yang Solutif

Seberapa majukah teknologi sekarang? Thomas Alva Edison (1847), penemu bola lampu, mungkin bisa dikatakan ilmuwan yang membuka kran penemuan-penemuan yang memakai lampu sesudahnya, sebut saja komputer, televisi, dan lainnya. Sebelumnya, Michel Faraday (1791) menemukan listrik. Tentunya jika diurut dari awal, sebelum Edison menemukan bola lampu, penemuan Faraday lah yang men jadi cikal-bakal penemuan yang memakai listrik sesudahnya. Benda lain yang sangat dekat dengan kita berupa gawai yang kita pegang, tentunya merupakan hasil dari ide-ide yang sudah diperas sebelumnya. Inilah contoh inovasi. Dalam beberapa definisi, seperti yang telah dikatakan oleh Stephen Robbins, inovasi merupakan gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa. Usaha yang dilakukan Thomas Alva Edison untuk menemukan bola lampu tentunya tidak berdiri sendiri. Mesti ada pundak ilmuwan yang menjadi tempat menemukan sesuatu yang baru. Lewat proses tria...

Memberi Kesempatan kepada Gen Y

Regenerasi dan tantangan zaman bukan sesuatu yang buruk sehingga harus ditolak. Regenerasi tidak bisa dipandang dengan kacamata kepentingan politik dinasti, atau mempertahankan kekuasaan. Namun, regenerasi harus dipandang sebagai sebuah alternatif kepemimpinan di tengah kemajuan pesat zaman. Begitu pula dengan tantangan zaman. Hal ini menjadi konsekuensi logis di era globalisasi dan kemajuan teknologi. Dalam ranah generasi, regenerasi itu bisa kita pada peralihan era kekuasaan, dari Gen X menuju Gen Y. Pada tulisan sebelumnya, Inovatif Mulai dari Pemimpin (Poros Mahasiswa Sindo, 28/06/2017), telah saya jelaskan perihal duo generasi yang berbeda ini. Calon-calon pemimpin muda memang perlahan mulai muncul ke permukaan. Taji dan taring mereka mulai tampak, dan mereka tak lagi sungkan untuk bersaing dengan senior-seniornya dalam kontestasi pemilu dan pilkada. Slogan-slogan perubahan menjadi daya tarik tersendiri bagi konstituen, dan itu menjadi salah satu nilai jual pemimpi...

Kembali Berdikari

Pada situasi global yang tengah terjadi terdapat tiga fenomena perlu diantisipasi. Ketiga fenomena itu, yakni pertama, terciptanya sebuah persaingan antarnegara di dunia, khususnya di bidang perdagangan dan industri. Karena itu, terciptalah persaingan bebas yang memaksa tiap-tiap negara berupaya menunjukkan eksistensinya masing-masing. Kehadiran lembaga-lembaga internasional, seperti World Bank, IMF, dan WTO, juga tengah mengubah pola hubungan luar negeri antarnegara. Persaingan yang selama ini dianggap hanya hubungan kerja sama di bidang ekspor-impor, kini kian bertransformasi menjadi upaya penguasaan sumber daya negara lain. Itu sebabnya, negara-negara adidaya berupaya menjalin hubungan dengan negara dunia ke-3 (negara-negara berkembang) semata-mata untuk memperoleh keuntungan bagi negaranya sendiri. Keikutsertaan negara-negara dunia ketiga dengan organisasi-organisasi yang “katanya menguntungkan” itu, faktanya hanyalah rayuan belaka. Negara-negara yang kuat ekonomi ...

Revitalisasi Pertanian

Negara Indonesia adalah negara agraris. Semua negara di dunia mengakui bahwa Indonesia memiliki tanah yang subur. Sebuah negara yang memiliki tingkat keanekaragaman luar biasa. Hingga keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia menjadi sumber plasma nutfah bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, apa yang terjadi? Indonesia yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani justru memprihatinkan. Indonesia harus segera sadar diri bahwa keadaan teknologi di bidang pertanian masih tertinggal dengan negara tetangga. Komitmen pemerintah terhadap pertanian pun masih belum menunjukkan hasil yang signifikan. Bahkan Presiden Joko Widodo pernah mengatakan, basis pembangunan nasional Indonesia sebagai negara agraris adalah pertanian. Namun faktanya, sebagai negara agraris, kini justru timbul persoalan krusial yang harus dihadapi Indonesia dan tentu harus menjadi pusat perhatian pemerintah, seperti halnya dengan adanya ketimpangan struktur usia petani di negeri ini. Pasalnya, o...

Inovatif Mulai dari Pemimpin

Generasi Milenial atau Gen Y, menjadi fenomena yang menarik di tengah kebutuhan zaman terhadap penyegaran sektor kepemimpinan. Suksesi kepemimpinan sudah selayaknya dilakukan. Tak hanya pada korporasi, pun demikian dengan pemerintahan sipil. Dalam dunia korporasi, suksesi tersebut tampak dengan munculnya Generasi Baru atau Generasi Milenial. Generasi inilah yang kemudian menjadi lokomotif perubahan dari generasi sebelumnya. Tidak ada salahnya juga kita bawa istilah Generasi Milenial itu pada dunia kepemimpinan politik kontemporer. Gen Y merupakan wadah bagi orang-orang yang lahir antara tahun 1980- 1999. Rentang usia tersebut masuk dalam kategori produktif untuk zaman kini. Di atasnya, ada Gen X (1965-1979). Masing-masing generasi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Berbicara kelebihan, masing-masing generasi akan menang pada zamannya. Hadirnya pemimpin Gen Y ini kini mampu menjadi batu sandungan bagi pemimpin Gen X dalam gelaran pemilu dan pilkada. Mereka tak lagi ...

Ramadan, Idul Fitri, dan Toleransi

Hari Raya Idul Fitri yang akan dilaksanakan umat Islam setelah puncak ibadah puasa Ramadan selama sebulan sekaligus sarana untuk memupuk persaudaraan sebangsa dan sesama muslim seluruh belahan dunia. Kata ” ied ” berarti ”hari raya”, sedangkan fitr artinya ”kesucian”, penggabungan dua makna tersebut membuahkan makna kesuksesan, keagungan, dan kesucian. Idul Fitri selain sebagai momentum mengumandangkan kalimat takbir dan salat Idul Fitri berjamaah di masjid, juga sebagai aktivitas solidaritas yang berbarengan dengan aktivitas berbagi makan-makanan, silaturahmi, dan saling memaafkan sehingga kesalahan yang lusa yang telah dilakukan bisa kembali menjadi suci kembali. Itu semua sudah cocok dengan budaya Indonesia yakni, ”gotong-royong” dan Bineka Tunggal Ika. Nilai sosial Idul Fitri pun menuai titik temu dengan nilai-nilai kebersamaan, kebebasan dan kesejahteraan. Namun itu semua masih jauh panggang dari api. Di mana akhir-akhir ini banyak yang mengatasnamakan agama sebaga...

Politik dan Bulan Ramadan

Kondisi perpolitikan negeri ini untuk beberapa waktu ke belakang sungguh tidak sehat. Dan kondisi demikian, semakin menahbiskan bahwa politik itu kotor, politik itu pragmatis, politik itu siapa dapat apa dan bagaimana, dan politik itu tidak kenal halal-haram. Kita bisa melihat bagaimana fitnah bertebaran untuk menjatuhkan lawan politik, pencitraan dilakukan untuk menaikkan citra seseorang, divide et impera untuk melemahkan salah satu pihak lawan, dan pemanfaatan kekuasaan, serta menuruti hawa nafsu akan kekuasaan. Substansi politik untuk kemaslahatan bersama dengan melahirkan produk kebijakan publik pun seakan teringkari. Politik semakin jauh dari rel yang seharusnya ia lewati. Konotasinya digunakan untuk kepentingan seseorang atau sekelompok orang saja. Dan dengan ambisinya, berupaya memperoleh segalanya. Realitas politik belakangan ini jelas jauh dari kata menahan diri, tentu orang-orang yang berpolitik yang dimaksudkan. Apa yang terjadi? Sederhana saja, dekadensi m...

Ramadan dan Spirit Berwirausaha

Tiga pekan sudah seluruh umat muslim menjalani ibadah puasa Ramadan 1438 H. Atmosfer spiritual pun kian hari kian bergemuruh kencang, terutama memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Namun jika kita amati, dari tahun ke tahun ada sebuah fenomena yang selalu muncul, yaitu meningkatnya kadar konsumsi masyarakat Indonesia. Alih-alih berpuasa untuk “mengerem” konsumsi, nyatanya masyarakat kita justru semakin meningkatkan hasrat untuk mengonsumsi suatu barang. Belum lagi manuver dari produsen-produsen melalui tawaran promosi Ramadan yang semakin membuat masyarakat tergiur untuk berbelanja. Tak ayal, seolah-olah berbelanja merupakan bagian dari ibadah Ramadan itu sendiri. Namun bagi sebagian orang, fenomena tersebut dapat dijadikan sebagai peluang untuk mendulang rezeki di bulan berkah ini. Tidak heran jika di bulan Ramadan ini banyak bermunculan wirausahawan skala mikro di tengah masyarakat kita, mulai wirausaha takjil buka puasa, parsel lebaran, kue lebaran, hingga pakaian lebar...

Inflasi di Bulan Ramadan

Ramadan menjadi bulan yang dinantikan dengan sukacita oleh umat Islam. Selain sebagai bulan suci yang penuh hikmah, Ramadan juga bulan penuh berkah, ampunan bagi mereka yang berpuasa dengan baik, dan banyak manfaat yang diperoleh dari puasa. Seperti dalam bunyi surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: ” Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa. ” Bulan Ramadan merupakan bulan ajang ” fastabiqul khairot ” di mana semua kaum muslim berlomba-lomba mencari kebaikan serta keberkahan. Namun, berbarengan dengan kedatangan bulan Ramadan, mereka memanfaatkan keberkahan tersebut khususnya bagi para pedagang untuk menaikkan barang-barang yang mereka jual karena jumlah permintaan yang semakin meningkat. Inilah fenomena yang sudah menjadi budaya kita ketika memasuki bulan suci Ramadan, mulai naik harga-harga khususnya sembako di pasar sampai beberapa hari setelah Lebaran. Tidak dapat dimungkir...

Semangat Ramadan dan Hubungan Persaudaraan

Ramadan hendaknya dijadikan ajang silaturahmi bagi setiap manusia, terutama yang beragama Islam. Untuk itu diperlukan untuk menjalin hubungan sosial yang baik, di antaranya dengan berkunjung ke rumah tetangga dan sanak saudara. Di samping itu ajang Ramadan digunakan untuk melakukan hal yang positif seperti tadarus, iktikaf, bagi-bagi takjil, sahur on the road . Hal demikian dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan, terutama yang berekonomi rendah. Dengan datangnya bulan suci Ramadan, kesempatan bagi seluruh muslim khususnya di Indonesia untuk meningkatkan ketakwaan dan ketauhidannya. Setiap muslim dituntut tidak hanya menahan rasa haus dan lapar, tetapi mesti juga menjaga diri dari hal-hal yang membuat pahala kita berkurang. Sebagai muslim selayaknya kita tidak melewatkan bulan suci Ramadan dengan bermalas-malasan karena Rasulullah pun tidak membenarkan itu, bahkan Rasul pernah berjihad saat bulan Ramadan. Islam merupakan agama yang rahmatan lil al...

Puasa, Idul Fitri, dan Semangat Rekonsiliasi

 Terlalu naif rasanya jika kita mengangkangi realitas bahwa dewasa ini persatuan di Indonesia tengah diuji. Kebinekaan yang seharusnya dipandang sebagai anugerah justru menimbulkan percik perselisihan dan sekat-sekat sektarianisme. Dimulai dari sentimen agama dan ras tertentu menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, konflik primordial terus bergulir hingga kini menjadi panas di tataran nasional. Masyarakat terdikotomi ke dalam terminologi mayoritas dan minoritas. Permasalahan menjadi kian rumit ketika dilingkup internal umat yang beragama sama pun terjadi gejolak. Menyusul rencana pemerintah yang disampaikan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, untuk membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), umat Islam sendiri terpecah menjadi pihak pro dan kontra. Lengkap sudah kepelikan untuk menguntai kembali mozaik-mozaik bangsa menjadi satu. Di saat-saat seperti itu, umat Islam memasuki bulan suci Ramadan. Bagaikan hujan pertama setelah musim ...

Sarana Kembalinya Implementasi Pancasila

Indonesia sebagai negara dengan kekayaan suku, budaya, dan agama yang saling hidup berdampingan merupakan suatu kekayaan kearifan lokal yang luar biasa. Toleransi dan persatuan merupakan kunci dari kekayaan kearifan lokal tersebut sehingga perdamaian akan selalu senantiasa mendampingi dalam situasi berbangsa dan bernegara. Tetapi, implementasi Pancasila untuk mewujudkan persatuan Indonesia kini pada titik mengkhawatirkan. Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan kunci dari segala bentuk perubahan. Perubahan yang didasarkan oleh satu Tuhan untuk mengubah hati nurani rakyat karena pada dasarnya setiap warga Indonesia diwajibkan dan dibebaskan untuk memeluk agama maupun kepercayaan yang mereka percayai. Kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan dasar dari rakyat Indonesia untuk saling menghormati dan menghargai hak masing-masing individu. Bulan Suci ini dapat dijadikan ajang saling tolong-menolong dalam pembangunan Indonesia tanpa memandang segala perbedaan dengan masih dalam ...

Puasa dan Spirit Antikorupsi

Bulan penuh berkah dan ampunan, itulah Ramadan. Banyak orang yang merindukannya. Secara konsisten, masyarakat menyambut bulan ini dengan riang dan kegembiraan melalui berbagai kegiatan, dari sekadar tasyakuran hingga membuat kegiatan akbar (pawai dan sebagainya). Dalam bulan Ramadan—yang di dalamnya umat Islam diwajibkan berpuasa—terkandung dua dimensi sekaligus: vertikal ( hablumminanallah ) dan horizontal ( hablumminannas ). Bahkan jika dimaknai secara luas, ibadah puasa memiliki sejumlah nilai penting yang selaras dengan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik ( good govermance ), misalnya menjunjung tinggi peraturan (Rajasa, 2012). Lebih jauh lagi, spirit Ramadan sudah melampaui zaman. Hal ini terbukti bahwa Ramadan erat kaitannya dengan melawan segala penyelewengan, misalnya korupsi. Sebagaimana yang diketahui bahwa salah satu penyebab korupsi adalah rakus (tamak). Misalnya pejabat negara, yaitu hakim. Di Indonesia, hakim digaji cukup tinggi. Akan tetap...

Semangat Ramadan dan Idul Fitri

Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Dalam bulan ini Allah akan memberikan ampunan bagi manusia yang dengan sungguh-sungguh bertobat atas dosa yang telah diperbuatnya di masa lampau dan Allah akan melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang beribadah dan melakukan kebaikan pada bulan ini. Ramadan dapat digunakan manusia sebagai momen terbaik untuk ber- muhasabah atau memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Karena dalam bulan ini manusia dilarang melakukan hal-hal buruk seperti berbohong, mengumpat, mencuri, dan berkata kotor. Manusia juga diperintah untuk banyak melakukan kebaikan pada bulan penuh berkah ini, yaitu bersedekah, tadarus Alquran, memperbanyak zikir, dan berdoa, serta melakukan ibadah-ibadah sunah lainnya. Dapat kita bayangkan, apabila larangan dan tuntunan yang diperintahkan Allah pada bulan Ramadan ini dapat kita lakukan dengan baik, betapa damainya hidup ini karena sela...

Ramadan dan Pendewasaan Bangsa

Tak terasa pertengahan bulan Ramadan 1438 H akan kita lalui. Puasa kali ini terasa begitu istimewa karena di tengah-tengah situasi sosial-politik bangsa yang sedang memanas, bulan penuh berkah ini hadir dan kita semua wajib mengambil hikmah di baliknya. Puasa mengajarkan zuhud dunia yang secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu sikap yang tidak terlalu cinta pada dunia, tetapi menjalani kehidupan di dunia sebagai bagian dari ibadah kepada Sang Khalik (pencipta). Kemudian selain zuhud dunia, hal yang paling penting selanjutnya adalah kedisiplinan. Puasa mendidik umat manusia untuk disiplin di dalam memanfaatkan waktu untuk berbuat kebaikan: mendekatkan diri kepada-Nya dan membantu sesama umat manusia yang masih berkekurangan. Ramadan 1348 H kali ini sudah sepatutnya dijadikan ajang untuk pendewasaan bangsa. Dengan memaknainya sampai pada sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, bangsa yang memiliki peradaban yang besar adalah keniscayaan. Logika berpikir yang p...

Toleransi di Bulan Suci

Dalam sidang isbat di Kantor Kementerian Agama di Jakarta, Jumat (26/5) malam, pemerintah melalui Kementerian Agama mengumumkan kepada umat Muslim Indonesia agar mengawali puasa Ramadan pada hari Sabtu, 27 Mei 2017 lalu. Pada kesempatan yang sama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau agar umat Islam menjadikan kesempatan ini sebagai wadah introspeksi diri dan dengan semangat menjalankan puasa di Bulan Suci Ramadan. Alhasil, dalam kurun waktu 29 hari umat Muslim menjalankan ibadah untuk mendekatkan diri dengan penciptanya. Bukan sekadar menahan lapar dan haus, namun juga dituntut untuk menyeimbangkan antara puasa dan aktivitas seperti biasanya. Perjuangan dan kerinduan untuk beribadah yang didasari semangat Ramadan ini tentu akan semakin lengkap jika semua saling berangkulan, termasuk antarsesama umat beragama. Mengharapkan terciptanya toleransi umat beragama yang saling menghormati, menghargai, dan menyejukkan sesama warga Indonesia yang terkenal dengan kebera...

Nilai-nilai Sosial Ramadan dan Idul Fitri

Idul Fitri menjadi simbol dari puncak kemenangan kita setelah sebulan penuh sukses menjalankan puasa Ramadan. Karena itulah Idul Fitri selain sebagai momentum mengumandangkan kalimat takbir dan salat Idul Fitri berjamaah di masjid, juga sebagai aktivitas solidaritas yang berbarengan dengan aktivitas makan-makanan, silaturahmi, dan saling memaafkan sehingga kesalahan yang telah dilakukan bisa kembali menjadi suci kembali. Itu semua sudah cocok dengan budaya Indonesia, yakni, ”gotong-royong” dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai sosial Idul Fitri pun menuai titik temu dengan nilai-nilai kebersamaan, kebebasan, dan kesejahteraan. Namun, itu semua masih jauh dari panggang api. Di mana akhir-akhir ini banyak yang mengatasnamakan agama sebagai target untuk melakukan kekerasan dan penyesatan antarsesama. Ini berakibat pada nilai-nilai religius seseorang akan luntur dan mengakibatkan perpecahan antarsesama agama. Selain itu, kasus korupsi, tindakan penyelewengan yang dilakukan aparat...