Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia.
Dalam bulan ini Allah akan memberikan ampunan bagi manusia yang dengan sungguh-sungguh bertobat atas dosa yang telah diperbuatnya di masa lampau dan Allah akan melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang beribadah dan melakukan kebaikan pada bulan ini. Ramadan dapat digunakan manusia sebagai momen terbaik untuk ber-muhasabah atau memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah.
Karena dalam bulan ini manusia dilarang melakukan hal-hal buruk seperti berbohong, mengumpat, mencuri, dan berkata kotor. Manusia juga diperintah untuk banyak melakukan kebaikan pada bulan penuh berkah ini, yaitu bersedekah, tadarus Alquran, memperbanyak zikir, dan berdoa, serta melakukan ibadah-ibadah sunah lainnya. Dapat kita bayangkan, apabila larangan dan tuntunan yang diperintahkan Allah pada bulan Ramadan ini dapat kita lakukan dengan baik, betapa damainya hidup ini karena selalu berada dalam jalan kebaikan. Seharusnya kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan pada saat bulan Ramadan, tetapi terus diterapkan di luar bulan Ramadan.
Karena, pada dasarnya, manusia yang paling beruntung adalah manusia yang bisa selalu menjadi lebih baik. Momen Ramadan inilah yang bisa kita gunakan sebagai start up atau batu pijakan untuk terus berusaha menjadi insan yang lebih baik. Ibadah yang telah kita laksanakan di bulan Ramadan akan kita sempurnakan dengan berzakat. Allah menuliskan 27 ayat dalam Alquran yang mensejajarkan antara perintah salat dan perintah berzakat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya berzakat. Zakat sendiri terdiri atas dua, yaitu zakat fitrah yang dilakukan menjelang Idul Fitri dan zakat mal yang bertujuan untuk membersihkan harta kita apabila telah mencapai nisab (jumlah) dan haul (waktu).
Setelah melakukan ibadah di bulan Ramadan, meminta ampunan atas dosa-dosa kita kepada Allah, menyucikan diri dan harta kita, maka akan terasa lebih lengkap apabila kita juga membersihkan diri kita dari khilaf dan kesalahan yang telah kita perbuat pada orang tua, guru, adik, kakak, saudara-saudara, dan teman-teman kita. Hari Raya Idul Fitri, hari yang penuh dengan makna kedamaian, kasih sayang, dan kekeluargaan.
Di pekan ini, seseorang yang tinggal merantau jauh dari keluarga dengan segenap jiwa dan raga mengusahakan pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu, merajut kembali tali silaturahmi, dan meminta maaf atas segala salah dan khilaf yang pernah diperbuat. Di momen ini juga akan terasa diselimuti oleh atmosfer kebersamaan dan kepedulian melalui pembagian uang sedekah yang biasanya dilakukan saat Lebaran. Senyum kemenangan dan kebahagiaan menyelimuti umat muslim di seluruh dunia, merasa menang dan bahagia karena telah berhasil melalui bulan Ramadan dan berjumpa dengan Hari Raya Idul Fitri. Tetapi, di balik itu juga ada rasa sedih dan pengharapan yang sangat besar.
Sedih karena harus meninggalkan bulan penuh rahmat dan ampunan serta pengharapan yang besar semoga Allah memberikan kesempatan kita semua agar dapat berjumpa kembali dan dengan semangat menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun depan.
Nining Islamiyah
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Airlangga
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Jumat 9 Juni 2017)
Sumber: Koran Sindo
Dalam bulan ini Allah akan memberikan ampunan bagi manusia yang dengan sungguh-sungguh bertobat atas dosa yang telah diperbuatnya di masa lampau dan Allah akan melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang beribadah dan melakukan kebaikan pada bulan ini. Ramadan dapat digunakan manusia sebagai momen terbaik untuk ber-muhasabah atau memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah.
Karena dalam bulan ini manusia dilarang melakukan hal-hal buruk seperti berbohong, mengumpat, mencuri, dan berkata kotor. Manusia juga diperintah untuk banyak melakukan kebaikan pada bulan penuh berkah ini, yaitu bersedekah, tadarus Alquran, memperbanyak zikir, dan berdoa, serta melakukan ibadah-ibadah sunah lainnya. Dapat kita bayangkan, apabila larangan dan tuntunan yang diperintahkan Allah pada bulan Ramadan ini dapat kita lakukan dengan baik, betapa damainya hidup ini karena selalu berada dalam jalan kebaikan. Seharusnya kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan pada saat bulan Ramadan, tetapi terus diterapkan di luar bulan Ramadan.
Karena, pada dasarnya, manusia yang paling beruntung adalah manusia yang bisa selalu menjadi lebih baik. Momen Ramadan inilah yang bisa kita gunakan sebagai start up atau batu pijakan untuk terus berusaha menjadi insan yang lebih baik. Ibadah yang telah kita laksanakan di bulan Ramadan akan kita sempurnakan dengan berzakat. Allah menuliskan 27 ayat dalam Alquran yang mensejajarkan antara perintah salat dan perintah berzakat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya berzakat. Zakat sendiri terdiri atas dua, yaitu zakat fitrah yang dilakukan menjelang Idul Fitri dan zakat mal yang bertujuan untuk membersihkan harta kita apabila telah mencapai nisab (jumlah) dan haul (waktu).
Setelah melakukan ibadah di bulan Ramadan, meminta ampunan atas dosa-dosa kita kepada Allah, menyucikan diri dan harta kita, maka akan terasa lebih lengkap apabila kita juga membersihkan diri kita dari khilaf dan kesalahan yang telah kita perbuat pada orang tua, guru, adik, kakak, saudara-saudara, dan teman-teman kita. Hari Raya Idul Fitri, hari yang penuh dengan makna kedamaian, kasih sayang, dan kekeluargaan.
Di pekan ini, seseorang yang tinggal merantau jauh dari keluarga dengan segenap jiwa dan raga mengusahakan pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu, merajut kembali tali silaturahmi, dan meminta maaf atas segala salah dan khilaf yang pernah diperbuat. Di momen ini juga akan terasa diselimuti oleh atmosfer kebersamaan dan kepedulian melalui pembagian uang sedekah yang biasanya dilakukan saat Lebaran. Senyum kemenangan dan kebahagiaan menyelimuti umat muslim di seluruh dunia, merasa menang dan bahagia karena telah berhasil melalui bulan Ramadan dan berjumpa dengan Hari Raya Idul Fitri. Tetapi, di balik itu juga ada rasa sedih dan pengharapan yang sangat besar.
Sedih karena harus meninggalkan bulan penuh rahmat dan ampunan serta pengharapan yang besar semoga Allah memberikan kesempatan kita semua agar dapat berjumpa kembali dan dengan semangat menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun depan.
Nining Islamiyah
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Airlangga
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Jumat 9 Juni 2017)
Sumber: Koran Sindo
Komentar
Posting Komentar