Kreativitas adalah hal terpenting bagi kaum muda, terutama mereka yang
menyandang gelar mahasiswa. Artinya, bukan lagi sebagai siswa yang
biasa-biasa saja.
Tetapi lebih dari sekadar siswa yang berhak menyandang tambahan maha. Itu berarti mereka memiliki kemampuan di atas siswa, baik dalam segi wawasan ilmu maupun daya kreativitasnya. Tugas seorang mahasiswa bukanlah seperti siswa yang setiap hari berangkat sekolah kemudian pulang, lalu esoknya melakukan rutinitas yang sama, yakni sekolah kemudian kembali lagi ke rumah.
Sebagai mahasiswa sudah seharusnya paham dengan paradigma berpikir berbeda dari rata-rata orang pada umumnya. Mahasiswa juga berperan sebagai agent of change yang fungsinya sangat penting untuk dipahami. Dalam hal ini, maksudnya ialah bagaimana mahasiswa itu berpihak kepada masyarakat dan agen perubahan dalam negeri ini khususnya melalui karya-karya nyata. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia.
Isu selanjutnya adalah Indonesia dihadapkan pada bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2020-2030. Jika hal ini tidak disiapkan dengan matang, tentu akan menimbulkan berbagai problematika kehidupan. Ini menjadi tantangan serius bagi generasi muda dalam memikirkan masa depan bangsa. Ada harapan emas untuk Indonesia mendatang, yakni melalui karya-karya nyata generasi muda Indonesia dalam menyambut bonus demografi.
Beberapa terobosan baru yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan negeri ini adalah dengan terus berkreasi membangun negeri. Ribuan ide yang tercetus dari mahasiswa tidak lain untuk mengabdikan diri kepada negeri. Hal ini terlihat dari jumlah proposal pekan kreativitas mahasiswa (PKM) yang lolos didanai Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada tahun 2017, yaitu sebesar 2.485 proposal yang diberikan kepada mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Dari sekian banyak proposal yang telah didanai tersebut, masih banyak lagi proposal belum didanai bahkan hingga mencapai ribuan. Dari banyaknya inovasi anak negeri ini, tentu mereka harus tetap diarahkan. Hal ini agar mereka tidak serta-merta mengerjakannya hanya karena dituntut laporan pertanggungjawaban keuangan, tetapi harus sadar secara nyata. PKM terdiri dari lima bidang meliputi penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, teknologi, dan karsa cipta.
Dari PKM ini nanti diharapkan bisa diimplementasikan dan ditindak lanjuti sebagai karya yang berkelanjutan. Selanjutnya mahasiswa perlu membangun sikap percaya diri untuk mengembangkan negeri ini melalui kreativitas yang dimiliki, seperti memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan negeri ini dipenuhi karya-karya kreatif generasi muda dari negara lain.
Melalui PKM, mahasiswa diharapkan senantiasa menggunakan ilmunya untuk kebermanfaatan umat. Sudah seharusnya PKM ini menjadi ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan menentukan siapa yang menjadi juara melainkan membangun negara ini menjadi juara melalui karya dan inovasi anak bangsa.
ABDUL RASYID
Mahasiswa Jurusan Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan
Institut Pertanian Bogor
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Rabu 12 Juli 2017)
Sumber: Koran Sindo
Tetapi lebih dari sekadar siswa yang berhak menyandang tambahan maha. Itu berarti mereka memiliki kemampuan di atas siswa, baik dalam segi wawasan ilmu maupun daya kreativitasnya. Tugas seorang mahasiswa bukanlah seperti siswa yang setiap hari berangkat sekolah kemudian pulang, lalu esoknya melakukan rutinitas yang sama, yakni sekolah kemudian kembali lagi ke rumah.
Sebagai mahasiswa sudah seharusnya paham dengan paradigma berpikir berbeda dari rata-rata orang pada umumnya. Mahasiswa juga berperan sebagai agent of change yang fungsinya sangat penting untuk dipahami. Dalam hal ini, maksudnya ialah bagaimana mahasiswa itu berpihak kepada masyarakat dan agen perubahan dalam negeri ini khususnya melalui karya-karya nyata. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia.
Isu selanjutnya adalah Indonesia dihadapkan pada bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2020-2030. Jika hal ini tidak disiapkan dengan matang, tentu akan menimbulkan berbagai problematika kehidupan. Ini menjadi tantangan serius bagi generasi muda dalam memikirkan masa depan bangsa. Ada harapan emas untuk Indonesia mendatang, yakni melalui karya-karya nyata generasi muda Indonesia dalam menyambut bonus demografi.
Beberapa terobosan baru yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan negeri ini adalah dengan terus berkreasi membangun negeri. Ribuan ide yang tercetus dari mahasiswa tidak lain untuk mengabdikan diri kepada negeri. Hal ini terlihat dari jumlah proposal pekan kreativitas mahasiswa (PKM) yang lolos didanai Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada tahun 2017, yaitu sebesar 2.485 proposal yang diberikan kepada mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Dari sekian banyak proposal yang telah didanai tersebut, masih banyak lagi proposal belum didanai bahkan hingga mencapai ribuan. Dari banyaknya inovasi anak negeri ini, tentu mereka harus tetap diarahkan. Hal ini agar mereka tidak serta-merta mengerjakannya hanya karena dituntut laporan pertanggungjawaban keuangan, tetapi harus sadar secara nyata. PKM terdiri dari lima bidang meliputi penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, teknologi, dan karsa cipta.
Dari PKM ini nanti diharapkan bisa diimplementasikan dan ditindak lanjuti sebagai karya yang berkelanjutan. Selanjutnya mahasiswa perlu membangun sikap percaya diri untuk mengembangkan negeri ini melalui kreativitas yang dimiliki, seperti memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan negeri ini dipenuhi karya-karya kreatif generasi muda dari negara lain.
Melalui PKM, mahasiswa diharapkan senantiasa menggunakan ilmunya untuk kebermanfaatan umat. Sudah seharusnya PKM ini menjadi ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan menentukan siapa yang menjadi juara melainkan membangun negara ini menjadi juara melalui karya dan inovasi anak bangsa.
ABDUL RASYID
Mahasiswa Jurusan Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan
Institut Pertanian Bogor
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Rabu 12 Juli 2017)
Sumber: Koran Sindo
Komentar
Posting Komentar