Langsung ke konten utama

Inovasi Kebijakan Transportasi Maritim

Lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut yang populer di Nusantara menggambarkan betapa nenek moyang kita dulunya adalah pelaut ulung.

Secara eksplisit, lagu tersebut juga bercerita bahwa pendahulu bangsa ini memiliki kemampuan navigasi yang baik, wawasan kelautan yang mumpuni, dan sarana transportasi laut yang tangguh. Faktanya, beberapa suku bangsa hidup sangat akrab dengan laut. Misalnya, Suku Bugis dan Makassar memiliki kapal khas bernama Pinisi.

Kemajuan teknologi transportasi laut pada zaman dulu tampaknya tidak diwariskan dengan baik kepada generasi selanjutnya. Secara historis, pembangunan di Indonesia cenderung difokuskan pada pembangunan infrastruktur darat, termasuk sarana transportasinya. Sejak era Presiden Soekarno sampai SBY, pembangunan sarana transportasi laut bukanlah prioritas.

Ironi bagi negara kepulauan yang besar dengan wilayah lautan luas. Namun, kini tekad Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia memberikan secercah harapan untuk masa depan transportasi laut kita. Salah satu sektor prioritas yang harus dijaga dalam mewujudkan poros maritim adalah komitmen untuk mendorong pengembangan infrastruktur dengan membangun konektivitas laut dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim.

Hal ini sangat urgen karena salah satu faktor utama mengapa sistem transportasi di laut tidak berkembang adalah buruknya infrastruktur. Di lain sisi, transportasi laut memiliki peluang yang amat baik. Dalam mobilitas transportasi laut, lokasi satu dan lainnya dihubungkan oleh rute pelayaran yang berbeda antara perjalanan pulang dan pergi.

Hal tersebut harusnya dimanfaatkan untuk mengurangi load barang yang terkadang terhenti lama. Sayangnya potensi di atas belum terwujud dikarenakan sarana transportasi laut kurang memadai. Pemerintah perlu berinovasi dan berbenah total jika ingin mewujudkan poros maritim. Indonesia punya modal, kini semuanya hanya soal komitmen.

Apabila Indonesia ingin mengambil andil lebih dalam percaturan kelautan dunia, harus ada kebijakan-kebijakan agregat yang saling mendukung dari berbagai lini. Sebab, menjadi poros maritim dunia berarti memiliki wawasan kelautan; kemampuan manajerial sumber daya alam laut; infrastruktur transportasi laut dan konektivitas antarpulau; serta pengawasan yang baik oleh unsur pertahanan negara. Dengan komitmen yang kuat serta usaha keras dalam mewujudkannya, Indonesia bisa menjadi macan maritim dunia. Sehingga Jalesveva Jayamahe, di laut kita semakin jaya.

VYAN TASHWIRUL AFKAR
Mahasiswa Jurusan Geografi
Universitas Indonesia

(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Kamis 13 Juli 2017)
Sumber: Koran Sindo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadan, Idul Fitri, dan Toleransi

Hari Raya Idul Fitri yang akan dilaksanakan umat Islam setelah puncak ibadah puasa Ramadan selama sebulan sekaligus sarana untuk memupuk persaudaraan sebangsa dan sesama muslim seluruh belahan dunia. Kata ” ied ” berarti ”hari raya”, sedangkan fitr artinya ”kesucian”, penggabungan dua makna tersebut membuahkan makna kesuksesan, keagungan, dan kesucian. Idul Fitri selain sebagai momentum mengumandangkan kalimat takbir dan salat Idul Fitri berjamaah di masjid, juga sebagai aktivitas solidaritas yang berbarengan dengan aktivitas berbagi makan-makanan, silaturahmi, dan saling memaafkan sehingga kesalahan yang lusa yang telah dilakukan bisa kembali menjadi suci kembali. Itu semua sudah cocok dengan budaya Indonesia yakni, ”gotong-royong” dan Bineka Tunggal Ika. Nilai sosial Idul Fitri pun menuai titik temu dengan nilai-nilai kebersamaan, kebebasan dan kesejahteraan. Namun itu semua masih jauh panggang dari api. Di mana akhir-akhir ini banyak yang mengatasnamakan agama sebaga...

Bersatu Berantas Korupsi

Korupsi di negeri ini seperti sudah menjadi penyakit kronis. Sakitnya sudah mencapai level membahayakan. Sudah waktunya diobati supaya tidak menular dan menjangkiti yang lain. Kasus e- KTP yang saat ini ramai diperbincangkan menjadi salah satu bukti nyata. Kasus yang merugikan negara Rp2,3 triliun itu memunculkan nama-nama besar yang diduga terlibat. Hal tersebut sontak mengejutkan publik. Publik pun seakan dibuat penasaran dengan hasil pengusutan kasus ini. Persidangan yang terkesan tertutup maupun dugaan adanya intervensi dari berbagai pihak semakin menggelitik benak masyarakat dan menanti akhir dari kasus ini. Keadilan dan keberanian lembaga berwenang tentu dinantikan dalam mengusut kasus ini hingga tuntas. Sudah cukup rasanya publik lelah menyaksikan ketidakadilan sehingga muncul berbagai dugaan seperti adanya intervensi. Jika hal tersebut terus berlangsung, yang dikhawatirkan adalah rasa tak acuh terhadap permasalahan negara. Kekecewaan yang menumpuk terhadap pe...

Kontrol Korupsi sejak Dini

Korupsi bermula dari ihwal kecil yang tanpa kita sadari akan menjadi besar. Mulai dari kata ” ah tidak apa-apa toh cuma dikit ini ” yang tanpa kita sadari mengantarkan kita ke penjara. Mengapa korupsi? Karena, ada ketidakpuasan dari diri sendiri yang menyebabkan ingin mengambil langkah lain untuk memuaskan hasrat tersebut. Jika di Negara Tirai Bambu koruptor di hukum mati, bagaimana dengan Indonesia? Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuktikan bahwa Indonesia mempunyai banyak problem mengenai korupsi karena institusi hukum ini dikhususkan untuk memberantas korupsi. Berdasarkan data Transparency International, Indonesia pada 2016 menempati peringkat ke-90 dari negara terbersih di dunia. Negara-negara di Skandinavia seperti Denmark, Finlandia, Swedia, dan Norwegia menempati peringkat teratas. Sedangkan negara paling korup diperoleh oleh Korea Utara, Sudan Selatan, dan Somalia. Ini membuktikan bahwa Indonesia masih perlu memperbaiki kinerjanya dalam memberantas...