Sejarah panjang Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan disertai
dengan banyaknya negara di dunia yang tertindas oleh penjajahan membuat
presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno, memproklamasikan politik
Indonesia yang bebas-aktif di medio 50-an.
Politik bebas- aktif tersebut memiliki tujuan untuk memosisikan Indonesia sebagai negara yang bebas dari pengaruh blok-blok yang berseberangan ketika itu, yaitu blok Barat dan blok Timur, sekaligus aktif mengampanyekan perdamaian di berbagai belahan dunia. Sikap politik bebas-aktif Indonesia tersebut dipegang teguh hingga saat ini oleh pemerintah Indonesia untuk menyikapi dinamika ekonomi-politik global yang terus berkembang.
Kasus penjajahan Palestina oleh Israel, pengusiran muslim Rohingya dari wilayah Myanmar, pengeboman yang terjadi di Paris, Boston, dan berbagai kejadian kejahatan di dunia lainnya direspons pemerintah Indonesia dengan sikap mengecam setiap tindakan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Awal April ini terjadi pengeboman pagi hari disertai dengan gas beracun yang menewaskan banyak jiwa di wilayah Suriah.
Kasus itu merupakan kejahatan perang sekaligus kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat ditolerir oleh siapa pun. Atas kasus tersebut, sudah banyak negara dunia yang mengecam tindakan pemerintahan Bashar Al Assad dan menyerukan adanya perdamaian di antara pihak-pihak yang bertikai. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia bersikap tegas mengecam tindakan penyerangan dengan gas beracun tersebut.
Namun, Amerika Serikat merespons kejadian tersebut dengan menembakkan rudal ke markas udara pemerintah Al Assad. Respons Amerika tersebut membuat negara-negara dunia terbelah ke dalam sikap pro dan kontra. Indonesia dengan tegas bersikap untuk menolak penyerangan rudal Amerika Serikat ke wilayah Suriah karena hal tersebut justru semakin membuat pelik konflik yang terjadi di sana.
Kita harus mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia yang terus berusaha mencapai perdamaian dunia, seperti yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945. Selain itu, sudah banyak pula lembaga kemanusiaan dari Indonesia yang mengampanyekan adanya pengiriman bantuan kepada warga Suriah. Kampanye kemanusiaan terus digencarkan untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kepedihan yang dirasakan masyarakat Suriah.
Bala bantuan barang-barang yang diperlukan para korban maupun uang terus dikirimkan ke wilayah itu untuk meringankan beban yang mereka hadapi. Konsistensi Indonesia dalam membela yang tertindas oleh kesewenang-wenangan harus terus didukung oleh masyarakat Indonesia, karena kita telah bersepakat di konstitusi kita mengenai penjajahan di atas dunia yang harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia yang terus diusahakan oleh para pahlawan harus dilanjutkan dengan ikut membantu perjuangan kemerdekaan negara lain yang sedang terjajah agar terbebas dari tindakan kezaliman penguasa yang lalim. Apa pun dan bagaimanapun, serta sedikit maupun banyaknya kontribusi kita untuk meringankan beban mereka yang kesulitan tentu sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi peperangan. Kerja ikhlas menyerukan perdamaian harus terus dilipatgandakan demi dunia yang lebih baik.
IZZUDIN AL FARRAS ADHA
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Selasa 11 April 2017)
Sumber: Koran Sindo
Politik bebas- aktif tersebut memiliki tujuan untuk memosisikan Indonesia sebagai negara yang bebas dari pengaruh blok-blok yang berseberangan ketika itu, yaitu blok Barat dan blok Timur, sekaligus aktif mengampanyekan perdamaian di berbagai belahan dunia. Sikap politik bebas-aktif Indonesia tersebut dipegang teguh hingga saat ini oleh pemerintah Indonesia untuk menyikapi dinamika ekonomi-politik global yang terus berkembang.
Kasus penjajahan Palestina oleh Israel, pengusiran muslim Rohingya dari wilayah Myanmar, pengeboman yang terjadi di Paris, Boston, dan berbagai kejadian kejahatan di dunia lainnya direspons pemerintah Indonesia dengan sikap mengecam setiap tindakan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Awal April ini terjadi pengeboman pagi hari disertai dengan gas beracun yang menewaskan banyak jiwa di wilayah Suriah.
Kasus itu merupakan kejahatan perang sekaligus kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat ditolerir oleh siapa pun. Atas kasus tersebut, sudah banyak negara dunia yang mengecam tindakan pemerintahan Bashar Al Assad dan menyerukan adanya perdamaian di antara pihak-pihak yang bertikai. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia bersikap tegas mengecam tindakan penyerangan dengan gas beracun tersebut.
Namun, Amerika Serikat merespons kejadian tersebut dengan menembakkan rudal ke markas udara pemerintah Al Assad. Respons Amerika tersebut membuat negara-negara dunia terbelah ke dalam sikap pro dan kontra. Indonesia dengan tegas bersikap untuk menolak penyerangan rudal Amerika Serikat ke wilayah Suriah karena hal tersebut justru semakin membuat pelik konflik yang terjadi di sana.
Kita harus mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia yang terus berusaha mencapai perdamaian dunia, seperti yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945. Selain itu, sudah banyak pula lembaga kemanusiaan dari Indonesia yang mengampanyekan adanya pengiriman bantuan kepada warga Suriah. Kampanye kemanusiaan terus digencarkan untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kepedihan yang dirasakan masyarakat Suriah.
Bala bantuan barang-barang yang diperlukan para korban maupun uang terus dikirimkan ke wilayah itu untuk meringankan beban yang mereka hadapi. Konsistensi Indonesia dalam membela yang tertindas oleh kesewenang-wenangan harus terus didukung oleh masyarakat Indonesia, karena kita telah bersepakat di konstitusi kita mengenai penjajahan di atas dunia yang harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia yang terus diusahakan oleh para pahlawan harus dilanjutkan dengan ikut membantu perjuangan kemerdekaan negara lain yang sedang terjajah agar terbebas dari tindakan kezaliman penguasa yang lalim. Apa pun dan bagaimanapun, serta sedikit maupun banyaknya kontribusi kita untuk meringankan beban mereka yang kesulitan tentu sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi peperangan. Kerja ikhlas menyerukan perdamaian harus terus dilipatgandakan demi dunia yang lebih baik.
IZZUDIN AL FARRAS ADHA
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia
(Poros Mahasiswa Koran Sindo, Selasa 11 April 2017)
Sumber: Koran Sindo
Komentar
Posting Komentar